Mobile Menu

Susi Johnston Teguh, Koran Harian, Radar Makassar

SUSI (MENURUT MAKASSAR): TEGUH DALAM PERJUANGAN

by Susi, 30 October 2014

susi_radar_makassar_main

Kemarin sore, saya pulang dari Polda Bali. Seperti biasa, selama dua tahun akhir ini, saya datang dari jauh ke Reskrim untuk menanyakan lagi, bagaimana disposisi tiga kasus kriminal dimana saya menjadi korban. Saya sudah 49 kali datang untuk menanyakan hal itu, dan seperti sebelumnya, saya tidak dapat jawaban yang menerangkan apa, atau masuk akal. Pentasan plin-planism, dapat. Tontonan pertandingan ping-pong, dapat. Serta mainan pelemparan tanggung jawab, dan bunyi kata “sabar” yang, bagi saya, sekarang sudah lucu. Saya sangat sabar selama 614 hari akhir ini dengan laporan pidana No. 127 Tahun 2013 (Pengrusakan Bersama). Selama 614 hari kasus itu masih belum ada perkembangan yang berarti.

Ada apa di Polda Bali?

Dari amatan saya selama 614 hari, yang ada disana serba misterius, gelap, kabut, dan aneh. Ada banyak kursi-kursi kosong, ada meja-meja dihiasi dengan pegunungan berkas yang tidak bergerak atau pindah, tetapi tambah tinggi terus.  Dan tidak jarang, mejanya dihiasi juga dengan kepala dan tangan petugas yang sedang tidur nyenak, yang mungkin bermimpi berkas-berkas di samping kepalanya berubah bentuk, dan menjadi pegunungan duit. Saya kurang tahu. Hal-hal ini sangat misterius.

Habis cari kepastian hukum yang sampai sekarang belum pernah pasti, saya pulang sore. Masuk ruang kerja untuk kembalikan arsip, surat permohonan, surat keluhan, dan surat pengaduan ke lemari arsip. Ada amplop coklat besar di atas meja kerja saya, dengan alamat pengirim (tulisan tangan rapi): “Makassar, Sulawesi”.

? ? ?

Saya belum pernah ke Sulawesi.

Di dalam amplop itu saya temukan surat kabar Radar Makassar, dilipat rapi dengan halaman empat paling atas. Disitu ada artikel sebesar setengah halaman, berjudul, “Susi Johnston – Penggiat Bahasa dan Budaya Indonesia – Teguh Dalam Perjuangan.”

Silakan klik judulnya di atas, dan baca selengkapnya (dengan sketsa pensil yang memotretkan si “janda teguh”).

Wah! Makassar peduli!

🙂

Kenapa Bali tidak . . . . . . . . ?

:\

Sangat misterius.

    No Comments


    Leave a Reply

    Your email address will not be published Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    *